Minggu, 18 Januari 2015

laporan hasil uji makanan

LAPORAN HASIL UJI MAKANAN



MAN 1 Kota Sukabumi
KELAS XI IPA 2
Disusun oleh;

Aizah Rahayu



Daftar isi

BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang ...........................................................
B. Landasan Teori ...........................................................
BAB II Pembahasan
A. Tujuan ..........................................................................
B. Alat dan Bahan..............................................................
C. Cara Kerja ......................................................................
D. Hasil Pengamatan ..........................................................
E. Hasil Gambar...................................................................
BAB III Penutup
A. Kesimpulan....................................................................

 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Setiap makhluk hidup, termasuk manusia membutuhkan makanan sepanjang hidupnya. Makanan yang  kita makan sehari-hari sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan,  dan untuk menjaga kesehatan. Kita membutuhkan makanan dalam jumlah tepat dan mengandung zat nutrisi lengkap. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita,baik otak maupun badan, setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan. Zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh dibagi menjadi dua yaitu makronutrein dan mikronutrein. Makronutrein terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak, sedangkan mikronutrein terdiri dari vitamin dan mineral, adapun air diperlukan oleh tubuh sebagai bahan yang penting dalam proses metabolisme didalam tubuh.
B.  Landasan Teori
Zat makan berfungsi sebagai bahan bakar zat makanan bila dioksidasi akan menghasilkan energi, untuk pertumbuhan, perbaikan dan pemeliharaan jarinngan yan rusak/tua, mengatur proses-proses tubuh dan sebagai pertahanan tubuh dari berbagai penyakit.
Zat makanan dibagi menjadi dua:
1. Makronutrein;
 A). Karbohidrat
Karbohidrat terdiri dari unsur C, H, O, dan berasal dari tumbuhan (tepung, gula dan selulosa), berdasarkan jumlah molekulnya karbohidrat di bagi menjadi tiga:
a). Monosakarida: terdiri dari satu gugus gula (glukosa, galaktosa, fruktosa dan mannosa)
b). Disakarida: terdiri dari dua gugus gula (sukrosa, laktosa, maltosa)
c). Polisakarida : terdiri dari banyak gugus gula tepung (amilum), selulosa, glikogen.
Fungsi karbohidrat:
·        sumber energi
·        menjaga keseimbangan asam dan basa
·         pembentukan sel atau jaringan
·        laktosa membantu penyerapan kalsium dalam tubuh
B). Protein
Protein terdiri dari unsur C, H,O, N dan terkadang mengandung S dan P. Protein dibedakan menjadi protein nabati dan protein hewani. Protein nabati diperoleh dari tumbuhan, misalnya kacang-kacangan dan produk olahan, terutama kacang kedelai. Adapun protein hewani diperoleh dari hewan,  misalnya daging, telur, susu, dan ikan.
 Fungsi protein:
·        sumber energi
·        sebagai zat pembangun (sel, hormon, enzim, antibodi, kromosom)
·        untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan jaringan tubuh
·        proses metabolisme tubuh (enzim-enzim)
·        Detoksifikasi (menetralkan racun) tubuh
·        Menyeimbangkan cairan tubuh
C). Lemak
Lemak terdiri dari unsur C, H, O, tapi terkadang P dan N. Lemak merupakan senyawa yang tidak larut dalam air tapi larut dalam pelarut organik seperti kloroform, ater, dan minyak tanah.
 Fungsi lemak:
·        pelarut vitamin A, D, E, K.
·        sumber energi
·        melindungi alat-alat dalam
·        menjaga suhu tubuh, menahan rasa lapar
2. Mikronutrein;
A) vitamin
Vitamin merupakan senyawa organik yang terkandung dalam berbagai makanan dan diperlukan untuk mengatur serta memperlancar metabolisme tubuh. Vitamin dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tetapi keberadaan dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa-senyawa lain.
B) mineral
Mineral yang dibutuhkan tubuh dibagi menjadi dua, yaitu mineral makro yang dibutuhkan dalam jumlah relatif banyak dan mineral mikro yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit.
C) air
Air tidak menghasilkan energi. Di dalam tubuh, air berfungsi mengangkut zat-zat dari sel ke sel atau dari jaringan ke jaringan, mempertahankan suhu tubuh, sebagai medium (pelarut) dan pereaksi terbaik berbagai macam reaksi kimia dalam tubuh, terutama reaksi enzimatis.

                                                        



                                               BAB II PEMBAHASAN

A. Tujuan
·        Tujuan uji makanan adalah mengetahui kandumgan Zat makanan yang dikandung oleh suatu bahan makanan.


B. Alat & Bahan


1. Tabung reaksi dan rak tabung reaksi           1 set    
2. Penjepit kayu                                               1 buah
3. Plat tetes                                                      1 buah
4. Pembakar spirtus                                         1 buah 
5. Pipet tetes                                                    1 buah 
6. Kertas buram                                               1 lembar
7. Tissuc wajah                                                1 pak
8. Korek api                                                     1 set
9. Larutan lugol                                               1 botol kecil
10. Larutan Benedict                                       1 botol kecil
11. Larutan Biuret                                           1 botol kecil
12. Aquades                                                      secukup nya
13. Bahan makanan (nasi,tahu,tomat,telur,minyak goreng, glukosa,amilum, susu murni) secukupnya.



C. Cara kerja
Gerus semua bahan makanan ( nasi, tahu, tomat) dengan menggunakan mortal dan penggerus sampai lumat (kecuali minyak goreng, telur, glukosa, dan amilum). Beri label setiap bahan makanan, A= nasi, B= tahu, C= tomat, D= telur, E= minyak goreng, F= Glukosa, G= Amilum, H= Susu murni.
1. Uji amilum
a. Masukan semua bahan makan ke dalam cekungan plat tetes, tandai dengan label A sampai H;
b. Tetesi setiap bahan makan dengan lugol sebanyak 2 tetes;
c. Aduk dengan menggunakan batang korek api yang berbeda untuk setiap bahan makanan;
d. Jika bahan berubah warna menjadi biru-hitam, hal itu menunjukan bahan makanan tersebut mengandung amilum.
2. Uji Protein
a. Masukan semua bahan makanan ke dalam cekungan plat tetes, tandai dengan label A sampai H;
b. Tetesi setiap bahan makanan dengan larutan Biuret  masing-masing sebanyak 2 tetes;
c. Aduk dengan menggunakan batang korek api yang berbeda untuk setiap bahan makanan;
d. Jika bahan berubah warna menjadi ungu, hal itu menunjukan bahan makanan tersebut mengandung protein.
3. Uji gula pereduksi
a. Masukan semua bahan makanan ke dalam tabung reaksi kira-kira 1 cm, tandai dengan label A s.d H;
b. Tetesi setiap bahan makanan dengan Benedict sebanyak 4 tetes;
c. Dengan menggunakan penjepit kayu, panaskan setiap tabung reaksi diatas pembakar spirtus sampai mendidih;
d. jika bahan berubah warna menjadi merah bata, hal itu menunjukan bahan makanan tersebut mengandung gula pereduksi.
4. Uji lemak
a. Buatlah petak pada kertas buram, beri tanda dengan label A s.d H;
b. Oleskan bahan makanan sesuai dengan dengan labelnya;
c. Jemur kertas sampai kering;
d. Jika transparan atu mengkilat, menunjukan bahan makanan tersebut mengandung minyak.



D. Hasil Pengamatan


No
Bahan makanan
Perubahan warna dengan pereaksi
Noda pada kertas


Amilum (Lugol)
Protein (Biuret)
Gula pereduksi(Benedict)
1
A. Nasi
(+)
 (-)
 (-)
(+) transparan
2
B. Tahu
(-)
(+)
(-)
(-) tidak transparan
3
C. Tomat
(-)
(-)
 (+)
(-)tidak transparan
4
D. Telur
(-)
(+)
(-)
(+) transparan
5
E. Minyak goreng
 (-)
(-)
(-)
(+) transparan
6
F. Glukosa
(-)
(-)
(+)
(-)tidak transparan
7
G. Amilum
(+)
 (-)
(-)
(+) sedikit transparan
8
H. susu murni
(-)
 (+)
(+) sedikit
(+) transparan





E. Hasil Gambar

1). Saat menguji Amilum            
                                           
2). saat menguji protein

              







3) saat menguji gula pereduksi


4) saat menguji lemak








BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Percobaan 1 ; (Menguji kandungan Amilum)
Perubahan warna larutan pada bahan makanan yang di uji menjadi biru kehitaman menunjukkan larutan yang diuji mengandung amilum.

Percobaan 2 ; (Menguji kandungan protein )
Jika bahan makanan yang telah dicampur oleh beberapa tetes biuret berubah warna menjadi ungu maka makanan tersebut mengandung protein.

Percobaan 3 ; (Menguji kandungangula pereduksi)
Perubahan warna larutan menjadi merah bata menunjukkan bahwa larutan tersebut mengandunggula pereduksi.
Kadar warna merah pada hasil eksperimen menunjukkan kualitas kandungan gula dalam larutan.

Percobaan 4; (Menguji kandungan lemak)
Jika kertas yang telah diolesi oleh bahan makanan menjadi transparant setelah dijemur, maka makanan tersebut mengandung lemak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar